Tandaseru – Himpunan Masyarakat Nelayan Indonesia (HMNI) resmi merampungkan Evaluasi Kinerja Tahap I yang dipusatkan di Sekretariat HMNI, Desa Tomori, Kabupaten Halmahera Selatan, Rabu (28/1/2026) malam. Pertemuan ini menjadi momentum krusial bagi organisasi untuk membedah capaian program kerja sekaligus memperkuat soliditas internal.
Ketua HMNI, Nindon Matoro, dalam sambutannya menekankan evaluasi ini bukan sekadar rutinitas administratif, melainkan sarana krusial untuk perbaikan dan penguatan organisasi di masa depan.
Capaian dan Catatan Perbaikan
Berdasarkan laporan yang disampaikan oleh setiap bidang, secara umum program kerja HMNI tahap I telah berjalan sesuai rencana awal. Meski demikian, forum mencatat sejumlah poin yang memerlukan perhatian serius untuk ditingkatkan.
Beberapa hal yang menjadi catatan evaluasi meliputi:
• Koordinasi & Administrasi: Perlunya pembenahan sistem administrasi dan komunikasi antarbidang.
• Disiplin Pengurus: Peningkatan disiplin kerja pengurus dalam menjalankan roda organisasi.
• Transparansi: Perbaikan sistem pelaporan kegiatan agar lebih tertib, transparan, dan akuntabel.
Optimalisasi Program Nelayan
Dalam ruang diskusi yang berlangsung demokratis, pengurus dan anggota menyepakati untuk lebih mengoptimalkan program-program yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan riil masyarakat nelayan di lapangan.
“Hasil evaluasi ini akan menjadi pijakan awal bagi HMNI dalam menghadapi tahapan program berikutnya. Kami berkomitmen untuk menjadi wadah perjuangan nelayan yang lebih profesional dan mandiri,” ujar Nindon.
Kegiatan yang berlangsung di Desa Tomori tersebut berjalan aman dan tertib dengan kehadiran seluruh pengurus inti serta perwakilan bidang. Dengan selesainya evaluasi tahap pertama ini, HMNI diharapkan mampu menjawab tantangan masyarakat nelayan dengan lebih responsif dan terukur.




Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.