Tandaseru — Menjamurnya kafe di sejumlah tempat di Desa Wayo, Kecamatan Taliabu Barat, Kabupaten Pulau Taliabu, menumbuhkan roda ekonomi. Namun disisi lain juga menimbulkan dampak sosial. Salah satunya kebisingan yang mengganggu warga.
Kebisingan suara musik dari kafe yang disebut-sebut sebagai Kafe Wahuri itu berlangsung hingga larut malam dan sangat mengganggu kenyamanan warga sekitar.
Adidas La Tea, warga Desa Wayo, menyampaikan keluhannya secara terbuka kepada pemerintah daerah dan pihak terkait agar segera mengambil langkah penertiban.
“Setiap dari kita ingin ketenangan. Tapi setiap malam kami sangat terganggu dengan bunyi musik yang beroperasi sampai larut malam. Tadi malam sampai jam 1 malam, dan malam ini musiknya masih bunyi. Tolong ditertibkan,” ujar Adidas La Tea, Senin (27/10/2025).
Menurutnya, suara musik keras tidak hanya mengganggu waktu istirahat warga, tetapi juga menimbulkan keresahan karena berlangsung hampir setiap malam. Ia meminta agar pihak pengelola kafe menggunakan peredam suara apabila tempat tersebut memang beroperasi sebagai lokasi hiburan malam.
“Jika ini tempat hiburan, maka seharusnya pakai peredam suara. Kami hanya ingin ketenangan di malam hari,” tambahnya.
Lebih lanjut, Adidas La Tea berharap Bupati Pulau Taliabu, Kapolres Pulau Taliabu, Camat Taliabu Barat, dan Kepala Desa Wayo dapat segera merespons laporan warga.
“Kalau pemerintah masih ada di Kabupaten Pulau Taliabu ini, tolonglah rakyatmu ini,” tuturnya dengan nada penuh harap.
Sebelumnya, Haji Abdul, Imam Masjid Al Iqro dihadapan Wakil Bupati Pulau Taliabu La Ode Yasir juga mengeluhkan kondisi serupa.
Diduga kafe-kafe tersebut juga berbisnis esek-esekan dan Minuman keras.
Warga berharap adanya langkah nyata dari pemerintah dan aparat penegak hukum agar aktivitas hiburan di malam hari tetap memperhatikan kenyamanan lingkungan sekitar.




Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.