Tandaseru – 133 rumah warga di Kota Ternate dilaporkan mengalami kerusakan dengan berbagai tingkatan setelah gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,6 mengguncang wilayah Maluku Utara dan Sulawesi Utara, Kamis (2/4/2026). Posko Tanggap Darurat Pemerintah Kota Ternate mencatat dampak kerusakan tersebar di lima kecamatan, dengan titik terparah berada di Kecamatan Batang Dua.

Rincian Kerusakan Bangunan

Berdasarkan data rekapitulasi terbaru, kategori kerusakan rumah warga terdiri dari:

  • Rusak Berat: 32 unit
  • Rusak Sedang: 36 unit
  • Rusak Ringan: 65 unit

Selain hunian warga, gempa juga merusak 7 bangunan sarana ibadah dengan kategori kerusakan ringan hingga berat.

Sebaran Wilayah Terdampak

Wali Kota Ternate, M. Tauhid Soleman, mengonfirmasi Kecamatan Batang Dua menjadi wilayah paling terdampak, khususnya di Kelurahan Lelewi, Bido, dan Tifure.

Wilayah lain yang juga melaporkan kerusakan meliputi:

  1. Ternate Selatan: Kelurahan Gambesi (rusak berat) dan Mangga Dua.
  2. Ternate Tengah: Kelurahan Tongole.
  3. Ternate Utara: Kelurahan Sango dan Toboleu.
  4. Ternate Barat: Kelurahan Sulamadaha.

Hingga laporan ini diturunkan, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, tercatat satu warga di Kelurahan Mangga Dua mengalami luka-luka.

Meskipun belum ada laporan warga yang mengungsi secara permanen, Pemkot Ternate telah menyiagakan dua titik pengungsian utama sebagai langkah antisipasi:

  • SD Negeri 78 Lelewi
  • SMA Negeri 11 Kota Ternate

Tauhid menegaskan, data tersebut akan menjadi landasan utama bagi pemerintah dalam melakukan penanganan pascabencana dan penyaluran bantuan.

“Pemerintah daerah saat ini terus melakukan koordinasi lintas instansi untuk memastikan penanganan pascabencana berjalan optimal,” ujar Tauhid.

Pemerintah Kota Ternate juga mengimbau masyarakat tetap tenang namun waspada terhadap potensi gempa susulan, serta selalu mengikuti instruksi resmi dari petugas di lapangan.

Sahril Abdullah
Editor
Sahril Abdullah
Reporter