Tandaseru – Warga Desa Luari, Kecamatan Tobelo Utara, Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, dihebohkan dengan penemuan kerangka manusia di kawasan Pantai Tano, Selasa (24/3/2026). Kerangka tersebut ditemukan pertama kali oleh nelayan setempat di bawah pohon ketapang.

Kapolres Halmahera Utara, AKBP Erlichson Pasaribu, mengonfirmasi penemuan tersebut. Ia menjelaskan, informasi awalnya beredar melalui media sosial sebelum ditindaklanjuti personel Polres Halut dan Polsek Tobelo yang dipimpin langsung Kapolsek Tobelo, IPDA Asdar.

“Setelah menerima informasi, tim langsung menuju lokasi untuk melakukan olah TKP dan berkoordinasi dengan pemerintah desa setempat,” ujar Erlichson.

Kronologi penemuan bermula pada Senin (23/3/2026) petang, saat seorang warga bernama Fahri (34 tahun) hendak mengecek perahunya di Pantai Tano. Ia tanpa sengaja melihat tulang-belulang manusia di bawah pohon. Temuan ini kemudian dilaporkan ke pemerintah desa, yang baru melakukan pengecekan bersama masyarakat pada Selasa pagi.

Sempat terjadi kendala di lapangan karena warga dan pemerintah desa setempat sempat menguburkan kembali kerangka tersebut. Warga berasumsi bahwa kerangka itu berasal dari kuburan tua yang terbongkar akibat abrasi pantai. Namun, pihak kepolisian meminta makam tersebut digali kembali untuk kepentingan identifikasi ilmiah. Selain itu, kepolisian harus memastikan apakah kerangka tersebut berasal dari kuburan lama yang terbongkar atau hasil dugaan tindak pidana.

KBO Reskrim Polres Halut, IPDA Fajrin M. Syamsudin, menegaskan masyarakat dilarang keras mengekspos temuan sensitif seperti ini ke media sosial sebelum ada penanganan resmi.

“Kepolisian tidak dapat secara sepihak memastikan identitas maupun penyebab kematian. Diperlukan pemeriksaan medis dan forensik untuk memperoleh kepastian secara ilmiah,” tegas Fajrin di lokasi kejadian.

Saat ini, kerangka tersebut telah dievakuasi Tim Inafis Sat Reskrim Polres Halut ke RSUD Tobelo. Meski dugaan kuat mengarah pada kerangka dari pemakaman tua yang terkikis gelombang laut, polisi tetap menunggu hasil pemeriksaan tim medis untuk memastikan status temuan tersebut.

“Kami masih menunggu hasil dari rumah sakit. Dugaan sementara memang berasal dari kuburan lama yang terkena abrasi,” tutup Erlichson.

Ika Fuji Rahayu
Editor
Ika Fuji Rahayu
Reporter