Tandaseru – Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Pulau Morotai, Maluku Utara, memastikan situasi keamanan di wilayah laut perbatasan Indonesia tetap kondusif di tengah eskalasi konflik di Timur Tengah antara Amerika Serikat-Israel terhadap Iran.
Komandan Lanal Morotai, Letkol Laut (P) Benie Hermawan, menyatakan prajurit Lanal terus melakukan latihan rutin guna menindaklanjuti instruksi Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto terkait kesiapan prajurit.
“Siaga satu yang disampaikan Panglima bertujuan untuk mengecek kesiapan prajurit di tempat tugas. Jadi, prajurit setiap hari bertugas sambil tetap mengasah kemampuan melalui latihan,” ujar Benie, Minggu (15/3/2026).
Benie menjelaskan bahwa status “siaga satu” dalam istilah militer tidak hanya merujuk pada ancaman tempur, tetapi juga mencakup kesiapsiagaan menghadapi bencana alam demi membantu masyarakat. Namun, sebagai wilayah perbatasan, Lanal Morotai tetap melakukan langkah antisipasi terhadap dampak global dari konflik mancanegara.
Menurutnya, instruksi kesiapsiagaan tersebut telah diteruskan oleh Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) ke seluruh pangkalan di Indonesia, terutama yang berada di titik strategis perbatasan.
“Tugas militer adalah mempertahankan kedaulatan NKRI. Jika ekskalasi perang di Timur Tengah terus meluas, TNI AL siap berada di garis depan perbatasan untuk melindungi kedaulatan negara,” tegasnya.
Meski situasi global memanas, Benie mengimbau masyarakat di Pulau Morotai untuk tetap tenang. Berdasarkan pantauan terkini, aktivitas di laut perbatasan Morotai masih terpantau aman dan normal.
“Saat ini, dalam pantauan kami, laut perbatasan Morotai alhamdulillah masih aman. Kami akan terus menjaga keamanan wilayah sekaligus memperhatikan kesejahteraan masyarakat di sini,” pungkas Benie.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.