Tandaseru – Jumlah korban dugaan penipuan investasi bodong berbasis aplikasi di Kota Ternate, Maluku Utara, melonjak drastis hingga mencapai 221 orang. Pihak kepolisian kini tengah mendalami peran sejumlah pihak, termasuk dua saksi kunci yang diduga menjadi motor penggerak perekrutan anggota.

Kapolsek Ternate Utara, IPTU Rizki Kurniawan, mengonfirmasi mayoritas korban dalam kasus ini didominasi oleh ibu rumah tangga. Hingga Jumat (6/2/2026), penyidik telah memeriksa dua saksi berinisial M dan S.

Peran Saksi dalam Penyelidikan

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, polisi memetakan peran kedua saksi tersebut sebagai berikut:

• Saksi M: Diduga sebagai orang pertama yang menawarkan investasi dengan berbagai iming-iming keuntungan kepada para korban.

• Saksi S: Diduga berperan aktif mempromosikan aplikasi investasi tersebut kepada masyarakat luas.

“Kami belum dapat memastikan apakah keduanya merupakan pihak yang bertanggung jawab atau justru juga korban. Semuanya masih kami dalami,” ujar Rizki.

Selain memeriksa saksi, kepolisian juga telah mengambil keterangan dari dua orang korban sebagai perwakilan pelapor untuk membedah pola penipuan yang digunakan pelaku.

Rizki menegaskan bahwa proses penyelidikan masih sangat dinamis. Ada kemungkinan jumlah korban maupun saksi akan terus bertambah seiring dengan masuknya laporan baru dari masyarakat.

Sahril Abdullah
Editor
Sahril Abdullah
Reporter