Tandaseru – PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Maluku dan Maluku Utara (UIW MMU) melalui Unit Layanan Pelanggan (ULP) Weda menggelar pertemuan strategis dengan Bupati Halmahera Tengah.

Pertemuan ini membahas penguatan sistem kelistrikan guna mendukung kebutuhan domestik masyarakat seiring pesatnya perkembangan industri di wilayah Weda dan sekitarnya.

General Manager PLN UIW MMU, Noer Soeratmoko menuturkan, PLN berkomitmen memastikan keandalan pasokan listrik tidak hanya menopang sektor industri, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi masyarakat lokal.

“PLN memandang penguatan kelistrikan di Halmahera Tengah sebagai bagian dari pembangunan berkelanjutan. Kami ingin memastikan ketersediaan energi yang andal dapat dirasakan oleh masyarakat, sekaligus selaras dengan program pembangunan daerah dan kebijakan Pemerintah Kabupaten,” ujar Soeratmoko.

Agenda utama pertemuan ini mencakup koordinasi pemanfaatan daya listrik yang disuplai oleh PLTU PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga, serta sinkronisasi pengembangan infrastruktur kelistrikan dengan rencana tata ruang dan pertumbuhan permukiman.

Dalam forum tersebut, Manager PLN ULP Weda, Rio Jefri Pasaribu, memaparkan skema pendistribusian listrik dari PLTU IWIP yang selama ini menjadi salah satu penopang utama pasokan daya di Weda. Skema ini dirancang sebagai solusi jangka panjang untuk mengatasi keterbatasan daya sekaligus menjaga stabilitas sistem kelistrikan bagi pelanggan rumah tangga dan sektor usaha.

Hal ini dilakukan dengan terus meningkatkan keandalan jaringan agar pasokan listrik dari PLTU IWIP dapat tersalurkan secara optimal. Penguatan infrastruktur ini menjadi kunci agar pertumbuhan ekonomi dan kebutuhan masyarakat dapat berjalan seimbang.

Bupati Halmahera Tengah, Ikram Malan Sangadji, dalam arahannya menekankan pentingnya penyaluran manfaat kelistrikan kepada warga lokal, sehingga dampak pembangunan industri dapat dirasakan langsung oleh penduduk setempat.

Selain aspek teknis kelistrikan, Bupati juga menyoroti penataan permukiman, khususnya menjamurnya usaha indekos sebagai dampak pertumbuhan industri. Pemerintah Daerah meminta agar penyambungan listrik baru tetap memperhatikan kelayakan bangunan dan kelengkapan sistem sanitasi, termasuk pengelolaan limbah domestik, guna menjaga kesehatan dan lingkungan.

Menanggapi hal tersebut, Rio Jefri Pasaribu menegaskan kesiapan PLN untuk bersinergi dengan kebijakan daerah.

“PLN siap menyesuaikan prosedur operasional dengan regulasi yang ditetapkan Pemerintah Kabupaten. Sinergi antara keandalan pasokan listrik, prioritas bagi warga lokal, dan penataan lingkungan yang baik diharapkan dapat mendorong Halmahera Tengah tumbuh sebagai kawasan industri yang maju dan berkelanjutan,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, PLN ULP Weda juga menjelaskan kondisi pemeliharaan sistem yang sempat terjadi, baik yang tergolong pemadaman terencana maupun gangguan tidak terencana. Untuk pemadaman terencana, PLN menegaskan bahwa hal tersebut merupakan bagian dari pemeliharaan preventif guna menjaga keandalan jaringan dan mencegah kerusakan yang lebih besar. Informasi pemeliharaan selalu disampaikan melalui kanal komunikasi resmi PLN.

Sementara itu, gangguan tidak terencana umumnya disebabkan oleh faktor eksternal seperti cuaca ekstrem, pohon tumbang, dan kondisi geografis. PLN memastikan tim teknis siaga 24 jam untuk melakukan penanganan cepat sesuai standar waktu pemulihan.

Sebagai langkah antisipasi, PLN ULP Weda terus mengintensifkan program Right of Way (ROW) atau pembersihan ruang bebas jaringan. PLN mengimbau masyarakat untuk mendukung upaya ini dengan memberikan izin pemangkasan pohon yang berpotensi mengganggu jaringan listrik.

PLN juga mengajak pelanggan memanfaatkan aplikasi PLN Mobile untuk memperoleh informasi kelistrikan terkini, melaporkan gangguan, serta memantau proses penanganan secara real time.

Sahril Abdullah
Editor
Sahril Abdullah
Reporter