Tandaseru — Puluhan warga di Desa Muhajirin, Kecamatan Morotai Selatan, Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara, menyatakan kekecewaannya terhadap Pemerintah Desa (Pemdes) setempat. Hal ini dipicu oleh lambannya penanganan banjir yang merendam pemukiman warga sejak Senin lalu.

​Hingga Selasa (13/1/2026), tercatat sedikitnya 55 rumah warga di wilayah RT 03 dan RT 04 masih terendam air. Intensitas hujan yang tetap tinggi sejak kemarin hingga malam ini menyebabkan debit air terus meningkat dan belum menunjukkan tanda-tanda akan surut.

​Akibat ketinggian air yang tak kunjung turun, sebagian warga terpaksa mengungsi ke rumah kerabat atau tetangga yang berada di dataran tinggi. Warga juga sibuk mengevakuasi barang-barang berharga seperti kasur, kulkas, dan peralatan dapur agar tidak rusak terendam air.

​”Kami sudah mengamankan kasur dan kursi. Banjir ini sudah berulang kali terjadi, tapi tahun ini yang paling parah karena air tidak kunjung surut,” ujar Sul, salah satu warga terdampak dengan nada kesal.

Ia menambahkan bahwa aktivitas harian seperti tidur dan memasak menjadi lumpuh total.

​Kekesalan warga memuncak karena mesin pompa air yang menjadi tumpuan untuk menyedot banjir saat ini dalam kondisi rusak. Warga menilai pihak Pemdes terlalu lambat dalam pengadaan alat cadangan atau perbaikan suku cadang yang dikirim ke Ternate.

​”Kami setengah mati untuk tidur dan memasak. Katanya alat pompa sedang diperbaiki di Ternate, tapi sudah berhari-hari belum juga datang,” cetus Sul.

​Menanggapi keluhan tersebut, Kepala Desa Muhajirin, M. Arid Pua, mengonfirmasi bahwa kendala utama saat ini memang terletak pada rusaknya mesin pompa air milik desa.

​“Saat ini air masih menggenang karena pompa rusak. Alatnya sedang dalam proses perbaikan di Ternate. Kemungkinan besar besok alat tersebut sudah tiba di lokasi dan bisa segera dioperasikan,” jelas M. Arid Pua.

​Saat ini, warga Morotai diimbau untuk tetap waspada mengingat cuaca ekstrem dan hujan lebat masih terus mengguyur wilayah Kabupaten Pulau Morotai.

Sahril Abdullah
Editor
Irjan Rahaguna
Reporter