Tandaseru — Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ir Soekarno di Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara, yang berlokasi di Desa Dehegila, Kecamatan Morotai Selatan, saat ini menjadi sorotan lantaran kondisinya yang memprihatinkan meskipun baru diresmikan.
Bangunan RSUD ini didirikan pada tahun 2020 dan mulai soft opening pada tahun 2022. Pembangunannya bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dengan total nilai fantastis, mencapai Rp 34 miliar.
Namun, konstruksi bangunan berlantai dua tersebut, yang mencakup ruang operasi, rawat jalan (Rp 7,9 miliar), rawat inap kelas satu, dua, dan tiga (Rp 16,5 miliar), radiologi (Rp 4,3 miliar), dan Unit Transfusi Darah Rumah Sakit (UTDRS) (Rp 4 miliar), kini mengalami kerusakan parah.
Berdasarkan pantauan di lokasi, RSUD Ir Soekarno mengalami sejumlah kerusakan, di antaranya: Atap dan plafon bocor di beberapa titik, menyebabkan bagian dalam bangunan basah. Dua unit lift tidak berfungsi dan mangkrak hampir selama tiga tahun. Ruang Operasi belum difungsikan dan fasilitasnya sudah mengalami kerusakan. Operasi masih dilakukan di bangunan lama. Aliran listrik bangunan baru belum terhubung sepenuhnya ke genset.
Direktur RSUD, dr. Christie Mamarimbing, mengakui adanya temuan-temuan tersebut. Ia menyebut bahwa saat ini telah dilakukan pemeriksaan terkait penggunaan anggaran, termasuk untuk obat-obatan, serta penganggaran rusun dan lift, yang diminta dari tahun 2021 hingga 2025.
”Di DPA itu ditemukan Lift RSUD Ir Soekarno itu sudah dua tiga tahun tidak berfungsi,” ungkapnya, Minggu (30/11/2025).
Mengenai alasan lift tidak berfungsi bertahun-tahun, dr. Christie menyatakan ketidaktahuannya karena kerusakan terjadi sejak masa Pemerintahan Daerah (Pemda) sebelumnya.
”Saya kurang tahu lagi, karena saya baru menjabat jadi Dirut, saya juga tidak tahu berapa anggaran lift,” akunya.
Terkait ruang operasi, ia menjelaskan bahwa hingga kini ruangan tersebut belum difungsikan.
”Mulai dibangun sampai sekarang belum di fungsikan, mungkin pengerjaan belum 100 persen, karena listriknya juga belum fungsi,” jelasnya.
Kerusakan, seperti kebocoran atap dan plafon, diduga karena rembesan air hujan. Saat ini, ada pengerjaan perbaikan yang sedang berlangsung di beberapa titik bangunan yang mengalami kebocoran di bagian atap.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.