Tandaseru – Bupati Pulau Taliabu, Sashabila Widya L. Mus, melakukan audiensi dengan Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, di Kantor Kemenko Bidang Pangan RI, Jakarta, Rabu (29/10/2025).

Pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari surat resmi Pemerintah Kabupaten Pulau Taliabu Nomor 019.4/125/BUP tertanggal 24 Oktober 2025, yang berisi permohonan audiensi dalam rangka membahas pembangunan dan pengelolaan sektor pangan di Taliabu.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Sashabila menyampaikan langsung sejumlah persoalan penting yang dihadapi daerah, terutama terkait keterbatasan APBD yang berdampak pada kesejahteraan dan kinerja operasional ASN di lingkup Pemerintah Kabupaten Pulau Taliabu.

“Alhamdulillah saya tadi sudah menghadap Pak Zulhas, Menko. Saya sudah sampaikan mengenai keluhan APBD yang berdampak pada kesejahteraan dan kinerja operasional bapak ibu. Ini menjadi perhatian khusus Pak Menko,” ujar Bupati Sashabila.

Selain membahas kondisi fiskal daerah, Bupati juga menekankan pentingnya pembangunan pelabuhan ikan di Pulau Taliabu. Menurutnya, keberadaan pelabuhan ikan menjadi kebutuhan mendesak untuk mendorong peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan memperkuat sektor ekonomi masyarakat pesisir.

Dalam pertemuan tersebut, Bupati Sashabila juga menyampaikan sejumlah isu strategis daerah yang menjadi perhatian utama pemerintah kabupaten, mulai dari keterbatasan APBD, penguatan sektor ekonomi produktif, hingga pengelolaan sumber daya alam berkelanjutan.

Salah satu poin penting yang dibahas ialah rencana pembangunan pelabuhan ikan di Pulau Taliabu. Bupati menyampaikan bahwa saat ini pemerintah daerah sedang mengusulkan dua lokasi prioritas, yakni Desa Talo atau Desa Jorjoga, untuk ditetapkan sebagai lokasi pelabuhan utama.

“Beliau juga sudah setuju bahwa pelabuhan ikan perlu dibuat di Taliabu segera, sehingga PAD bisa ditingkatkan,” ungkap Sashabila.

Selain infrastruktur perikanan, audiensi juga membahas pengembangan sektor pertanian dan perkebunan, termasuk program pencetakan lahan sawah baru serta peningkatan komoditas unggulan seperti kelapa, cengkeh, pala, dan kakao. Upaya ini diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan sekaligus memperluas lapangan kerja masyarakat desa.

Dalam konteks jangka panjang, Bupati juga menyoroti pentingnya rehabilitasi dan konservasi kawasan lamun dan mangrove. Program ini tidak hanya bernilai ekologis, tetapi juga menjadi bagian dari langkah strategis dalam mendukung program Presiden Prabowo Subianto menuju zero carbon dan energi biru terbarukan.

“Rehabilitasi dan konservasi kawasan lamun dan mangrove menjadi langkah jangka panjang mensukseskan program Pak Prabowo untuk mencapai zero carbon dan energi biru terbarukan,” jelas Sashabila.

Bupati muda itu juga menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan tidak hanya ditentukan oleh pemerintah daerah, tetapi oleh kolaborasi semua pihak.

“Saya yakin ke depan bapak ibu pimpinan OPD bisa berinovasi dan memiliki skill entrepreneurialship sehingga bisa memiliki usaha stabil berjangka panjang di luar Pemda, dan tetap mewariskan kekayaan alam Taliabu hingga anak cucu besar kelak. Karena itu saya mohon kerja samanya, kesampingkan ego sektoral, dan selesaikan amanah sesuai waktu dan target yang diberikan,” tegasnya.

Menutup audiensi, Bupati Sashabila mengajak seluruh masyarakat Taliabu untuk memberikan dukungan terhadap langkah-langkah pembangunan yang sedang dijalankan.

“Mohon doa dan dukungannya, om tante yang saya hormati,” ujarnya penuh harap.

Pertemuan ini menandai langkah penting sinergi antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Kabupaten Pulau Taliabu dalam mewujudkan pembangunan ekonomi daerah yang mandiri, berkelanjutan, dan berwawasan lingkungan.

Sahril Abdullah
Editor
Fardanan Fahri
Reporter