Oleh: Ilham Djufri, ST.,M.Kom

Dosen Teknologi Informasi Institut Teknologi Gamalama Ternate

_______

PEMERINTAH Provinsi Maluku Utara kini menghadapi tantangan dan peluang besar dalam mengembangkan sektor teknologi sebagai bagian penting dari pembangunan daerah. Berdasarkan analisis RPJMD 2025–2045, meskipun dokumen perencanaan ini kuat dari segi legal dan arah pembangunan, masih terdapat sejumlah kelemahan yang harus segera ditangani agar teknologi tidak hanya menjadi pendukung, namun juga pilar utama kemajuan daerah.

Salah satu kelemahan utama adalah minimnya roadmap dan indikator spesifik untuk digitalisasi sektor-sektor strategis, serta dominasi narasi makro yang belum memetakan langkah konkret inovasi teknologi. Ketergantungan pada sumber daya alam masih sangat tinggi, sementara potensi inovasi startup dan literasi digital masyarakat belum mendapatkan perhatian serius.

Untuk menjawab tantangan ini, pemerintah Maluku Utara perlu mengakselerasi transformasi digital melalui beberapa langkah strategis. Pertama, pembangunan e-Government dan pengembangan sistem open data harus diprioritaskan untuk meningkatkan transparansi dan efisiensi pelayanan publik. Kemajuan teknologi di sektor pemerintahan akan berdampak langsung pada reputasi daya saing daerah di era digital.

Kedua, digitalisasi UMKM lokal merupakan kunci untuk memperkuat perekonomian dari akar rumput. Program-program yang mendukung penguatan pasar lokal lewat platform digital dapat membuka peluang besar bagi pelaku usaha kecil menengah agar lebih inovatif dan mampu bersaing di pasar yang semakin berorientasi teknologi.

Selain itu, penerapan teknologi di sektor unggulan Marimoi yaitu kelautan, pertanian, pertambangan, dan pariwisata harus digarap serius. Integrasi solusi digital seperti smart agriculture, monitoring berbasis IoT, dan smart tourism akan membawa efisiensi dan meningkatkan produktivitas sekaligus memperkuat daya tarik investasi.

Pendidikan digital juga memegang peranan penting. Pemerintah harus mengintegrasikan literasi digital dalam kurikulum secara masif agar masyarakat siap menghadapi perubahan teknologi yang cepat. Salah satu langkah inovatif adalah membangun Innovation Hub dan Digital Village sebagai pusat pengembangan ekosistem startup dan riset teknologi yang dapat melahirkan inovasi baru berbasis potensi lokal.

Melalui langkah-langkah ini, Maluku Utara dapat memperkuat pijakan teknologi dan inovasi sebagai motor penggerak pembangunan yang berkelanjutan dan berdaya saing. Tidak hanya menjadi daerah penghasil sumber daya alam, Maluku Utara berpeluang menjadi pusat inovasi digital yang mendukung kemajuan masyarakat dan perekonomian secara menyeluruh.

Langkah strategis ini bukan hanya sekadar program, tetapi sebuah keharusan untuk menyongsong era digital yang semakin cepat dan ketat persaingannya. Percepatan pembangunan teknologi demi terwujudnya visi maju dan berdaya saing menjadi kunci keberhasilan pembangunan masa depan Maluku Utara. (*)