Tandaseru — Dalam rangka memperkuat pengelolaan pariwisata berbasis masyarakat dengan penguatan muatan lokal, Pemerintah Provinsi Maluku Utara melalui Dinas Pariwisata menyelenggarakan Pelatihan Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) Pengelola Destinasi Pariwisata yang berlangsung di Desa Dodinga, Halmahera Barat.
Kegiatan ini diikuti para perangkat desa, pengelola destinasi wisata, pelaku usaha lokal, calon kelompok sadar wisata (Pokdarwis), serta perwakilan masyarakat Desa Dodinga. Tujuannya adalah memberikan keterampilan dan pengetahuan praktis dalam mengelola destinasi minat khusus di Desa Dodinga agar lebih profesional, berdaya saing, serta mampu memberikan manfaat ekonomi sekaligus menjaga kelestarian lingkungan dan budaya lokal.
Dalam sambutannya, Sekretaris Dispar Malut Jufry Angkotasan menyampaikan, sektor pariwisata di Desa Dodinga memiliki potensi besar, yang dikenal dengan destinasi tempat lahirnya Teori Evolusi oleh Alfred Russel Wallace.
Dalam kesempatan terpisah, Kris Syamsudin, Kepala Bidang Destinasi Dispar Malut selaku pelaksana kegiatan, menyampaikan Desa Dodinga kerap dikunjungi wisatawan asing dan wisatawan nasional untuk meneliti dan melihat sejumlah spesies flora dan fauna yang ditemukan Wallace di lokasi ini. Dubes Inggris untuk Indonesia Dominic Jermey bersama William (Bill) Wallace, cicit Alfred Russel Wallace, bersama pemerintah provinsi dan kabupaten Halbar juga telah meresmikan prasasti Wallace di desa ini di tahun 2024.
”Ofu/Lebah Raja atau Lebah Raksasa Wallace (Megachile pluto) yang dulu pernah dinyatakan punah, kini dapat dilihat di desa ini. Ofu Raja ini adalah lebah endemik terbesar di dunia. Selain itu, aktivitas yang digemari di destinasi ini yaitu wisata mangrove, hot spring, melihat sisa peninggalan rumah Wallace, observasi benteng peninggalan Belanda, dan bird watching. Oleh karena itu, peningkatan kapasitas SDM menjadi langkah strategis untuk mendukung pengembangan destinasi yang berkelanjutan di wilayah ini,” jabarnya.
Materi pelatihan ini meliputi manajemen pengelolaan destinasi pariwisata berbasis CBT yang disampaikan Kris Syamsudin, peningkatan pelayanan wisatawan (hospitality) yang disampaikan Asty Ayuningsih dari Universitas Khairun, tata kelola homestay yang disampaikan Kurniaty Silia dari Homestay Kurnia, dan mengemas informasi pemanduan wisata yang disampaikan Azis Momanda dari HPI Malut.
Selain itu, peserta juga diajak melakukan praktik lapangan berupa simulasi pelayanan wisata, penyusunan paket wisata, pengamatan homestay, hingga study tour bagi pemadu wisata Desa Dodinga.
Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan pengelola destinasi di Desa Dodinga dapat lebih siap menghadapi tantangan pariwisata modern, meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan, serta menciptakan manfaat ekonomi yang inklusif bagi masyarakat.




Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.