Catatan di atas memberi isyarat yang meneguhkan prinsip ketidakpercayaan (distrust) yang kemudian mengikis perlahan nilai dan martabat demokrasi. Bentuk-bentuk kecurangan tersebut merupakan wajah lain dari praktik korupsi sesungguhnya. Secara regulatif, hal itu dilarang. Tapi bagi mereka yang berkepentingan, praktik ini harus disingkap supaya menjadi norma yang wajar.
Ladang untuk Beternak Koruptor
Apakah praktik korupsi dapat dilakukan untuk meningkatkan peluang terpilihnya seseorang? Secara politik kita dapat membaca dengan terang-benderang, seperti yang diuraikan Vuk Vukovic (2020), bahwa pejabat atau politisi yang korup terbiasa untuk mencari keuntungan, mereka akan memaksimalkan jaringan formal dan informal untuk merancang sistem yang benar-benar terukur agar terpilih.
Mereka saling berkontribusi dengan cara-cara tidak lazim, di mana efektivitas jaringan aktor kekuasaan yang dirawat dapat melestarikan korupsi sistemik. Tujuannya supaya mengekstraksi keuntungan secara jangka panjang. Sebab di antara sesama aktor ada keselarasan kepentingan untuk mempertahankan jabatan. Ketika yang satu jatuh, maka yang lainnya berupaya menariknya ke permukaan.
Persis keterkaitannya dengan Pilkada 2024 di Indonesia yang tidak lama lagi akan digelar. Peta aktor politik terbaca dengan sangat eksplisit. Jaringan kepentingan elite saling bergantung. Bahkan akan sangat mudah bertukar dukungan elektoral melalui sistem perhitungan suara.
Pada titik inilah, ada ukuran teoritis maupun praktik yang mengilhami kita untuk memahami bagaimana konsolidasi politik menjembatani praktik korupsi. Praktik korupsi sebagaimana saya uraikan di atas akan semakin banyak memunculkan sekaligus memelihara banyak koruptor baru di daerah.
Sementara di antara para kontestan ini banyak macamnya, melalui jaringan politik mereka muncul dengan kepura-puraan: ada yang berjubah agama, ada yang berpakaian adat, dan ada yang giat beramal. Padahal, melalui sarana politik: partai, uang, dan tim sukses yang mereka miliki justru demi berlindung untuk menciptakan ladang keistimewaan dan kemegahannya kelak.



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.