“Tanggalkan dulu administrasi pasien yang dirujuk sehingga berikan pelayanan untuk menangani pasien tersebut setelah pasien ditangani baru proses administrasi dilakukan, sehingga menghindari hal-hal yang tidak diinginkan bersama.” Tandas Asis.

Sementara, Kepala Dinas Kesehatan Kota Tidore Kepulauan Abd Majid Do. M. Nur menyampaikan permohonan maaf atas ketidak nyamanan masyarakat kosa dalam menerima pelayanan kesehatan di RSUD Tidore, namun semua sudah berupaya agar memberikan pelayanan yang terbaik untuk masyarakat kota Tidore.

“Jika keliru dan kesalahan itu ada pada tim medis kami, maka atas nama pribadi dan jabatan kami sampaikan permohonan maaf kepada keluarga besar masyarakat Desa Kosa, karena keresahan dan sedihnya keluarga adalah sedih dan keresahan bagi kami di center kesehatan, kami sudah berupaya memberikan pelayanan terbaik namun ada hal-hal yang tidak sempurna itu adalah murni kesalahan kami sebagai manusia, dan jika ada konsekuensinya kami seluruh insan kesehatan di Kota Tidore siap menerima semua konsekuensi yang memang sudah ditetapkan.” Kata Abd Majid.

“Atas nama seluruh keluarga insan kesehatan se Kota Tidore kami juga mengucapkan rasa belasungkawa yang sebesar-besarnya kepada pihak keluarga, semoga diberikan ketabahan dan kesabaran dalam menerima cobaan ini.” Sambung abd Majid

Senada juga disampaikan, Direktur RSD Tidore dr Fajar Puji Wibowo menyampaikan permohonan maaf atas pelayanan kesehatan yang kurang memadai kepada masyarakat Desa Kosa tersebut, namun RSD Tidore telah berupaya untuk memberikan pelayanan kesehatan yang baik bagi masyarakat Kota Tidore.

“Atas nama Direktur Rumah sakit saya akan mengevaluasi dr Muhammad Fahrul sebagaimana tuntutan yang disampaikan oleh para aliansi peduli kesehatan masyarakat Oba, dan saya juga siap turun dari jabatan jika telah dievaluasi oleh pimpinan, karena saya juga memiliki pimpinan tinggi yang berhak untuk menurunkan saya dari jabatan Direktur Rumah Sakit.” Kata dr Fajar.

Untuk diketahui pertemuan yang berlangsung di Aula Kantor Kecamatan Oba ini menghasilkan kesepakatan bahwa Aliansi peduli kesehatan masyarakat Desa Kosa  secepatnya menerima surat pemecatan secara tidak terhormat kepada dr Muhammad Fahrul sebagai dokter yang mengabaikan pasien rujukan puskesmas payahe yang berasal dari masyarakat Desa Kosa Kecamatan Oba.