Selain itu, kedisiplinan yang diajarkan membuat karakter para warga binaan terbentuk. Sehingga, meski dikelilingi tembok yang tinggi, mereka terlihat seperti tidak berada dalam suatu tempat yang terkurung.
“Pola pendidikan dan cara binaan Lapas yang membuat para warga binaan merasa bahwa mereka adalah orang-orang pilihan, metode yang diajarkan Kalapas begitu baik menurut saya,” ucapnya.
Albert pun menyebutkan masih harus ada perhatian khusus dari pemerintah pusat maupun daerah, terkait sarana prasarana seperti ambulance, mobil dinas Kalapas, dan rusun untuk staf Lapas Kelas IIB Jailolo.
“Selain didikan yang baik, fasilitas juga harus tersedia, sehingga Lapas tidak hanya sekedar menjadi tempat yang negatif, tetapi menjadi tempat yang dapat merubah karakter seseorang dari yang tidak baik menjadi lebih baik,” tandasnya.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.