Erwin adalah alternatif. Karena ia adalah penyambung aspirasi kalangan muda. Terutama angkatan pelajar dan mahasiswa. Dari beberapa calon wali kota, hanya Erwin yang dianggap rasional. Ia satu-satunya yang memberikan edukasi kepada generasi terdidik. Ia tampil dengan buku Tan Malaka yang berjudul madilog, menunjukan karakter yang beberda. Di mana syarat utama mendahulukan pengetahuan terhadap logika sebagai basis nilai yang mestinya dijadikan acuan dalam merumuskan kebijakan.

Agar tujuan-tujuan pembangunan tidak serampangan, agar kebutuhan masyarakat dapat dipahami secara kongkrit, bukan pada logika politik yang menghasrati naluri proyek. Tapi bagaimana proyek pembangunan harus tiba pada alamat kebutuhan yang tepat sasaran. Mari kita rayakan hari sumpah pemuda dan menjadikan semangat angkatan muda ini agar berikrar menjemput sebuah perubahan. (*)