Oleh: Marwan A. Sahjat, SH
Staf Advokat di LBH Mahardhika
_______
DEMOKRASI dan pemilihan kepala daerah (pilkada) saling terkait erat, di mana pilkada menjadi manifestasi dari demokrasi yang mengedepankan keterlibatan masyarakat dalam memilih pemimpinnya. Dalam konteks ini, penting untuk memastikan pelaksanaan pilkada secara demokratis, menjamin hak semua warga tanpa diskriminasi.
Demokrasi merupakan harapan bagi masyarakat untuk perubahan tata kelola pemerintahan, memindahkan kekuasaan kepada rakyat. Konsep ini mengubah cara pandang pengelolaan pemerintahan dari otoritarian menjadi partisipatif, dengan pengambilan keputusan yang didasarkan pada musyawarah. Menurut Abraham Lincoln, demokrasi adalah pemerintahan oleh dan untuk rakyat, yang menegaskan pentingnya kedaulatan rakyat dalam mengelola kehidupannya sendiri.
Dalam konteks Maluku Utara, yang merupakan provinsi otonomi baru dengan beragam budaya dan adat, pilkada diharapkan dapat memperkuat kapasitas demokrasi di tingkat lokal dan meningkatkan harga diri masyarakat yang telah lama dimarginalkan. Partisipasi aktif masyarakat dalam pilkada 2024 sangat penting, bukan hanya dengan datang ke TPS, tetapi juga dengan mempelajari rekam jejak calon pemimpin.
Namun, tantangan besar masih ada. Praktik politik transaksional yang terjadi seringkali mengorbankan hak suara masyarakat. Pemilih harus menyadari bahwa memilih pemimpin adalah tanggung jawab, bukan transaksi (uang) yang menggadaikan masa depan. Banyak janji kampanye yang tidak ditepati dan masalah yang dibiarkan, mengakibatkan kondisi yang memprihatinkan di Maluku Utara.
Saat ini, Maluku Utara di bawah kepemimpinan Abdul Gani Kasuba telah membawa utang, dan itu menjadi beban terberat untuk calon gubernur terpilih. Apa boleh buat korupsi di lingkup Pemerintah Provinsi Maluku Utara telah membuat rakyat Maluku Utara berpikir sadar bahwa memilih pemimpin bukan karna pemberian hadiah berupa uang atau hadiah beras, gula dan lain-lain namun memilih pemimpin yang punya cita-cita niat yang tulus untuk membangun negeri tercinta ini Maluku Utara.
Lantas APBD Maluku Utara yang kurang lebih mencapai triliunan digunakan untuk apa?



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.