Menurutnya, angka elektabilitas 35,1% yang diraih oleh Syahril Abdurajak dan Makmur Gamgulu juga mengindikasikan persaingan yang tetap ketat.

“Pasangan Syahril-Makmur masih memiliki peluang untuk memobilisasi pemilih yang belum menentukan pilihan. Tantangan ini juga berlaku bagi pasangan Tauhid-Nasri untuk menjaga dan memperkuat basis dukungannya,” jelas Jufri.

Jufri menilai bahwa perolehan 13,6% oleh Erwin Umar dan Zulkifli Hi. Umar serta 5,7% dari Santrani Abusama dan Bustamin Abd Latif memperlihatkan bahwa seluruh pasangan calon memiliki pendukung masing-masing, namun perlu kerja keras untuk menggaet suara pemilih yang masih ragu.

Survei ini mencakup populasi masyarakat Kota Ternate yang sudah memiliki hak pilih berdasarkan Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pilkada 2024. Responden dipilih secara proporsional berdasarkan jumlah pemilih di masing-masing kecamatan, mencakup Ternate Selatan, Ternate Tengah, Ternate Utara, Pulau Ternate hingga wilayah kepulauan seperti Moti, Hiri dan Batang Dua.

Kemenangan pasangan Tauhid Soleman dan Nasri Abubakar di survei ini menunjukkan dominasi mereka dalam peta elektoral Kota Ternate. Meski demikian, dengan masih adanya undecided voters, potensi perubahan preferensi pemilih tetap terbuka hingga hari pemungutan suara pada 27 November 2024.

“Perlu mencermati dinamika elektoral yang masih bisa berubah mengingat masih ada momentum seperti, debat kandidat yang juga menjadi penentu elektoral,” tandasnya.