“Setiap guru honorer dipotong Rp 50 ribu dengan alasan untuk uang insentif bagi guru PNS, itupun tidak pernah dibicarakan sebelumnya,” bebernya.

Amatan media ini, sejak pukul 07.00 WIT pagi tadi, pagar sekolah dikunci dan dirantai oleh sejumlah guru. Para siswa pun diliburkan untuk sementara waktu.

“Intinya kami para guru menunggu tanggapan dari pemerintah untuk menggantikan kepala sekolah baru. Apabila tidak ditindaklanjuti maka proses belajar mengajar akan mogok,” pungkas para guru.

Menanggapi hal itu, Kepala Sekolah SDN 69 Kota Ternate, Arwais Saadu, mengatakan bahwa sebelumnya, rapat bersama para guru terkait masalah penyusunan arkas sudah dilakukan.

“Kemarin hari Sabtu saya adakan rapat, terus saya sampaikan kepada guru-guru karena mau penyusunan arkas di tahun 2025, apa saja yang dibutuhkan sekolah itu disampaikan,” akunya.

“Sikap saya itu sesuai dengan penilaian Dinas Pendidikan Kota Ternate, karena yang menilai saya itu bukan guru tapi pemerintah,” ungkap Arwais.