Sementara Sofyan Tomagola yang merupakan keluarga korban menyatakan jika benar tindakan dilakukan oleh mantan kades, maka pihaknya tidak segan-segan memproses secara hukum.

“Kita cari tahu dulu kebenarannya, karena kita dengar begitu, mantan kades buat tindakan kekerasan terhadap saudara kami. Tapi kita ada telusuri dulu baru kita ambil langkah,” ujarnya.

“Jadi kalau itu benar kekerasan, kita proses hukum. Jangan karena mentang-mentang mantan kades terus pakai kekerasan. Kalau saudara perempuan saya melakukan kesalahan harus diselesaikan baik-baik di kantor desa, bukan pakai kekerasan,” tandasnya.​

Sementara Kepala Desa Ngele-Ngele Kecil,
Waddi Abdullah, dan eks kades FS yang dikonfirmasi terpisah hingga kini belum terhubung.