Pertemuan beberapa bulan lalu itu lebih banyak mengurai proses pengamatan atas suatu fakta, dikenal dengan istilah observing. Selanjutnya, melalui menanyakan (questioning), atau langkah membangun anggapan dasar dengan pertanyaan-pertanyaan seputar pengamatan. Malam itu, ada upaya pemberdayaan diri, dan masyarakat. Itulah yang terjadi jika bertemu, membangun kebersamaan dengan diskusi.

Kemudian kopi panas yang disuguhkan mulai dingin, asyik bercerita hingga malam bergeser. Menariknya, semua yang datang menjinjing kerangjang berisi ide. Sesekali terlihat silang gagasan. Hanya dengan ide, kita akan bicara tentang kemajuan dan perkembangan, bahkan melahirkan kreativitas.

Saya lihat ruangan lain aktif berbagi, miliki banyak kegiatan, jadi tidak sulit mengurai pemikiran untuk tujuan kemajuan, dan pembangunan manusia. Jauh dekatnya, setiap pribadi memiliki agenda bersama yang diharuskan, yakni “mencerdaskan kehidupan”.
Sedikit ke dalam pembahasan, kreativitas mengemuka seperti yang dibahasakan seorang ilmuwan kelahiran Kota Ulm, Jerman, “Imagination is more important than knowledge” Albert Einstein. Barangkali perlu dilengkapi dalam buah pikir ini, saya sisipkan penjelasan Chaedar Alwasilah (2014). Lebih lengkap akan ditemukan dalam wacana 1 (satu), bertajuk Pendidikan: Penabur Benih Kreativitas, hlm. 18.
Chaedar memaparkan, “…progam-program MBA di universitas-universitas Amerika kini melihat perlunya mencantumkan kajian kreativitas dalam kurikulum mereka.” Saya pikir tak sedikit manfaat yang akan diperoleh dari diskusi bahkan melahirkan kreativitas. Diskusi juga dapat meningkatkan kepakaan terhadap soal-soal di tengah masyarakat.

Implikasinya positif, setiap pertemuan atas dasar ingin berbagi pandangan, manjadikan pijakan terhadap perkembangan ide, pandangan, dan usaha mengerjakan tugas bersama, selain memupuk kreativitas. Lebih jauh, menghasilkan ruang “tanpa sekat” di tengah masyarakat.
Sekalipun pilihan antara satu dengan yang berbeda, ruang diskusi selalu memberikan pengetahuan, pengamatan yang mendasar dengan landasan yang kuat. Akhirnya, kebersamaan dapat dirawat, buku di ruangan tak berdebu, termasuk pemikiran dan nikmatnya kopi terasa hingga pagi tiba. (*)