“Setelah kembali ke Maluku Utara, banyak konsep pembangunan pariwisata berkelanjutan di Polandia yang bisa kita aplikasikan di Indonesia. Konsep urban tourism development dan green toursim development sangat berkembang baik di Polandia,” tuturnya.

Satu hal yang paling penting, ujar Kris, adalah mengadaptasi konsep tata kelola sampah di Polandia. Isu sampah di Maluku Utara adalah hal mendesak yang harus disikapi dengan baik. Ini sangat berpengaruh terhadap jumlah kunjungan wisatawan di Malut.

“Kami akan meeting dengan Wali Kota Gora Kalwaria besok. Sharing session dengan beliau akan sangat menarik tentang pengembangan kota berbasis pariwisata berkelanjutan,” tandasnya.

Sementara Kepala Bagian Tata Pemerintahan Setda Halmahera Utara Oscar Bertho Mene mengatakan, keberangkatan ini dalam rangka tindak lanjut kerja sama Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara dengan Kota Gora Kalwaria sebagai strategi meningkatkan sinergi dan kolaborasi antara pemerintah dan lembaga internasional khususnya dalam penanganan lingkungan dan pengembangan pasar berkelanjutan.

“Kami berharap kunjungan ini akan membuka peluang kerja sama yang lebih luas dalam berbagai bidang, termasuk Ekonomi, Pendidikan, dan Kebudayaan,” kata Bertho.

Ia berharap kunjungan ini dapat memberikan dampak positif bagi pembangunan daerah dan meningkatkan reputasi Kabupaten Halmahera Utara di kancah internasional.

Bertho juga menyampaikan pemerintah Kabupaten Halmahera utara mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung keberangkatan ini, termasuk Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia, Kedutaan Besar Republik Indonesia di Warsawa serta masyarakat Kabupaten Halmahera Utara.