Betty Kadir Lahati, SP.,M.Si selaku DPL mahasiswa Kubermas Santiong mengatakan, jenis pupuk organik Trichosi bahan-bahannya dapat dengan mudah diperoleh masyarakat.

Seperti halnya kotoran kering ternak sapi yang banyak didapat, terutama saat ramainya penjualan hewan kurban di hari raya Idul Adha.

“Ini juga salah satu motivasi kita untuk jangan sampai kotoran hewan ini hanya jadi limbah,” jelas Betty.

Lebih lanjut, Betty kemudian mengarahkan agar peserta pelatihan bisa langsung melihat pembuatan pupuk organik Trichosi yang didemonstrasikan oleh mahasiswa Kubermas.

Dalam kesempatan itu, Camat Fahmi Basa Amin mengatakan, Pemerintah Kecamatan Ternate Tengah sangat mendukung program kerja mahasiswa Kubermas Unkhair.

“Saya sangat bangga terkait dengan pemanfaatan pupuk organik yang mudah kita cari, dan dibuatkan menjadi pupuk organik cair dan padat,” kata Fahmi.

Menurutnya, pelatihan sangat berguna bagi masyarakat dalam mengelola limbah rumah tangga dan hewan menjadi pupuk. Apalagi saat hari raya Idul Adha banyak sapi kurban didatangkan dan dijual di Kelurahan Santiong.

Fahmi juga mengaku baru mengetahui adanya lahan pemanfaatan lahan di Santiong untuk pertanian. Oleh karena itu, patut disyukuri kehadiran mahasiswa Kubermas yang melatih pembuatan pupuk organik.

“Kehadiran adik-adik mahasiswa ini kemudian bisa menambah semangat bagi lurah, tim Penggerak PKK dan masyarakat untuk bersama-sama menciptakan edukasi, inovasi produk-produk baru,” harapnya.