Saat menanam padi, para petani melakukannya mulai dari menyemai bibit sampai bisa dipindahkan ke lahan yang berlumpur atau siap untuk ditanami. Akan tetapi, yang saya lihat sekarang, ada semacam ketidakpastian. Musim yang tidak teratur, seperti kemarau yang berkepanjangan, menyebabkan kekeringan yang akan sulit bagi pertumbuhan padi. Ini membuat sebagian besar petani gagal panen.
Karena itu, para petani menanam padi dengan cara menabur benih pada sawah setelah dibajak, tanpa benihnya disemai terlebih dulu. Pilihan lainnya, mereka menggunakan sebuah alat penanam padi yang lebih simpel, dan membuat jarak tanam antara padi dengan padi lainnya.
Bila panen tiba, para petani saat ini tidak lagi melakukan secara manual dengan sabit. Mereka menggunakan mobil khusus untuk memanen padi, sehingga cepat dan tidak membutuhkan banyak tenaga.
Kondisi dilematis terjadi ketika petani menanam jagung saat musim hujan. Bila air meluap, jagung mati karena kebanyakan air. Para petani juga kesulitan karena tidak bisa memprediksi musim sebagai patokan tanaman apa yang sekiranya cocok untuk saat itu.
Ada petani yang menanam semangka karena lahan yang dimilikinya berada di ketinggian dari lahan sekitarnya. Jadi, dia bisa mengantisipasi musim hujan yang menyebabkan air meluap, semangka tetap aman. Menanam semangka akan menjadi pilihan karena panennya cepat, hanya membutuhkan waktu dua bulan. (*)



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.