“Kota Ternate sebagai kota berkembang yang selalu melakukan pembenahan dalam melaksanakan pembangunan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pada umumnya. Pembangunan yang dilakukan oleh Kota Ternate tentu tidak terlepas dari pengelolaan lingkungan hidup yang khususnya permasalahan sampah, yang mana jika dikelola secara benar dan tepat akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta terjaminnya kelestarian lingkungan hidup. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kelestarian lingkungan, meningkatkan pengelolaan sampah menggunakan teknologi modern oleh pemerintah dan penetapan aturan penegakan hukum di bidang lingkungan,” terangnya.
Problem lingkungan di Kota Ternate sangat serius sehingga melibatkan seluruh stakeholder, baik pemuda dan pemuka lintas iman turut serta bersuara dan memberikan solusi dalam problem lingkungan di Kota Ternate.
Dalam menghadapi kemajuan sains dan teknologi, Eco-Bhinneka Muhammadiyah turut serta dalam mengikuti perkembangan kemajuannya, maka peningkatan dan penggunaan teknologi yang sangat pesat perlu untuk digunakan dalam peningkatan kualitas hidup dan kesejahteraan manusia.
Perwakilan Dinas Kehutanan Malut Ibnu Khaldun dalam sambutannya menyampaikan kehidupan manusia bergantung pada lingkungan.
“Sehingga setiap warga negara menikmati hak dasar, salah satunya hak lingkungan hidup yang sehat yang patut dilindungi oleh penegakan hukum, ini menjadi tanggung jawab pemerintah masyarakat dan kita semua. Ino fo makati nyinga, sebuah falsafah budaya Ternate yang menekankan bahwa harmoni satu nilai penting yang sampai saat ini dalam kegiatan Eco-Bhinneka yang beta pegang, bahwa mungkin kita berbeda secara agama, warna kulit atau yang lain-lain yang masih banyak perbedaan kita, tetapi dalam ruang kebaikan dan kemanusiaan kita sama. Jadi urusan sampah, urusan krisis iklim, salah satu cara untuk menyatukan kita yang menjadi kekuatan,” pungkasnya.
Adapun kegiatan ini dilaksanakan dengan tujuan memupuk rasa toleransi dan mendukung aksi lintas iman di internal dan eksternal organisasi masing-masing, dan menjadi rumusan rekomendasi kepada Pemerintah Kota Ternate dalam pengelolaan dan penanganan sampah.
Eco-Bhinneka Muhammadiyah Maluku Utara berharap, melalui kegiatan seperti ini dapat tercipta sinergi yang lebih kuat antara masyarakat, akademisi, kalangan lintas agama dan pemerintah dalam upaya menjaga dan melestarikan lingkungan hidup.
“Semoga agenda kampanye aksi lintas iman season II ini dapat memberikan dampak besar bagi kelestarian lingkungan kita,” kata Manajer Eco-Bhinneka Muhammadiyah Maluku Utara Usman Mansyur.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.