Rektor bilang, kebutuhan yang paling mendesak di Unkhair khususnya Fakultas Kedokteran yaitu ruang kelas yang masih kurang, dan rumah sakit pendidikan.
Ruang kelas yang kurang, kata Ridha, menjadi penyebab Fakultas Kedokteran yang mulanya menargetkan penerimaan mahasiswa baru sebanyak 150 orang terpaksa harus dikurangi.
Sedangkan untuk rumah sakit pendidikan, Unkhair sendiri menaruh harapan bisa mengambil alih RSUD dr. Chasan Boesoerie Ternate yang kini masih menjadi aset Pemprov Maluku Utara.
Apalagi Pemprov Maluku Utara juga sudah memiliki rumah sakit yang berada di Sofifi, Kota Tidore Kepulauan.
“Karena itu kita berharap rumah sakit Chasan Boesoerie bisa dialihkan ke Universitas Khairun karena provinsi sudah punya rumah sakit sendiri di Sofifi. Itu dua hal yang paling dibutuhkan Fakultas Kedokteran,” cetus Ridha.
Ia pun berharap, meski yang pernah dibicarakan bersama Pemprov Maluku Utara ini belum dapat direalisasikan namun saat ini perlu didiskusikan lebih lanjut teknis kesiapannya agar dapat direalisasikan oleh gubernur terpilih nantinya.
“Kita berharap calon gubernur terpilih akan merealisasikan itu. Setidaknya di penjabat ini kita bicarakan, diskusikan lebih teknis,” pungkas dia.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.