“Gerakan sinergi reforma agraria secara nasional terpusat di Jawa Barat (Sukabumi dan Cianjur). Tetapi secara serempak juga kita di seluruh kabupaten/kota melakukan gerakan sinergi reforma agraria ini ditandai dengan pemasangan puzzle. Khusus SBT kamarin kami dengan Dinas Pertanian SBT dan kami menggandeng PLN ULP Bula,” terang Juliana.

Dia mengungkapkan, pelaksanaan GSRA ini bertujuan untuk percepatan reforma agraria. Dimana dalam Peraturan Presiden (Perpres) terbaru nomor 62 tahun 2023 tentang percepatan reforma agraria yang tertuang dalam pasal 56 mengamanatkan bahwa dibutuhkan sinergi dan kolaborasi yang tidak hanya dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab), namun juga melibatkan badan usaha.

Ia berharap, melalui gerakan sinergi sebagai bentuk implementasi dari reforma agraria ini menjadi titik pacu adanya sinergitas dan kolaborasi.

Manager ULP Bula, Risdam Ridwan menegaskan, melalui Reforma Agraria ini, PLN berkomitmen menjaga dan memelihara aset negara untuk mendukung kelancaran pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan.

“Aset-aset tersebut, merupakan bagian dari tanggung jawab PLN untuk mengamankan, memelihara, menggunakan, sekaligus mendayagunakan, dalam tugas kami menghadirkan terang ke seluruh pelosok negeri. Ini merupakan komitmen PLN yang harus direalisasikan secara konsisten dan membutuhkan dukungan seluruh pihak terkait,” ungkapnya.