Yuherson menambahkan, pukul 21:00 WIT, kondisi mayat mengeluarkan bau busuk, sementara tidak ada kamar jenazah lantaran fasilitas Puskesmas Barataku yang terbatas. Pemdes dan warga pun memutuskan memakamkan mayat tersebut di pemakaman umuum Desa Barataku.
“Korban ditemukan terapung di atas air, kemudian dibawakan ke Pukesmas Barataku untuk di visum et repertum. Identitas korban belum teridentifikasi,” pungkasnya.



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.