Ia menyampaikan, kegiatan kampung ela-ela ini juga ada pesan sosial yang hendak disampaikan, yaitu bagaimana kondisi wilayah setempat ketika tambang masuk dan beroperasi, melalui pentas teatrikal. Juga sebagai momentum yang tepat untuk menyosialisasikan kepada masyarakat, bahwa kehadiran tambang tak melulu memberikan dampak yang positif, tetapi ada juga dampak negatifnya

“Belakangan ini, isu mengenai tambang nikel yang hendak masuk di Maba Selatan amat menyita perhatian publik, khususnya masyarakat Maba Selatan. Dan kami, Karang Taruna sebagai generasi muda tentu memikirkan masa depan generasi mendatang, pula lingkungan, dan kehidupan di tanah dodomi kami,” tandasnya.