“Walaupun Pak Daud tidak berangkat, biasanya Pak Gubernur yang berangkat. Saya pernah mendengar langsung Pak Gubernur telepon ke Pak Daud minta dana, jumlahnya tidak tahu. Setelah itu saya disuruh keluar (ruangan),” ujarnya.
Ia menceritakan, waktu itu arahan dari Daud dicarikan uang secepatnya jika di kantor tidak ada, sebab untuk membayar tiket dan hotel.
“Kalau transfer ke Najmi untuk pembayaran tiket. Saya pake rekening staf. Untuk mentransfer ke anak-anak Gubernur tidak tahu,” sambungnya.
“(Transfer) Rp 20 juta ke rekening Zaldy untuk tiket. Ramadhan Rp 20 juta pada November. Muhammad Haikal senilai Rp 20 juta, semua perintah Pak Daud. Untuk anak Gubernur Nurul Izzah Kasuba Rp 10 juta untuk bayar tiket dan hotel,” rinci Rina.
Menurut Rina, ia juga pernah diminta mantan Kepala Dinas PUPR Djafar Ismail meminjam uang Rp 100 juta pada Juni. Janjinya sebulan saja sudah diganti. Namun karena pada Juli Djafar pensiun, maka disampaikan Daud lah yang akan menggantinya.
“Saya waktu itu diperintah pinjam uang Rp 100 juta dan tanda tangan kuitansinya Pak Daud. Saya pinjam ke rentenir, ada bunganya Rp 20 juta selama satu bulan. Waktu pinjam Pak Daud masih Kabid. Saya tidak tahu sampai sekarang (nasib) pinjaman tersebut,” tandasnya.



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.