Selain itu, tema HUT tersebut juga menekankan pentingnya nilai kerja sama antar perawat maupun kerjasama dengan pihak lain. Perawat diharapkan selalu meningkatkan rasa peduli pada sesama, khususnya dalam upaya meningkatkan kesehatan masyarakat yang adil dan terjangkau.
Berkaitan dengan itu, dalam mengisi rangkaian kegiatan Tahun Emas PPNI, melalui panitia HUT yang dibentuk oleh DPW PPNI Maluku Utara, akan melakukan “Aksi PPNI Maluku Utara Berbagi Kasih” berupa pemberian paket sembako lengkap kepada sesepuh pensiunan perawat, ahli waris almarhum Damir Umanailo (dosen keperawatan Polkester), panti asuhan, serta petugas sapu jalan Kota Ternate.
“Harapannya aksi peduli PPNI Maluku Utara ini dapat memberikan kesan bagi masyarakat bahwa profesi perawat memiliki jiwa sosial sebagai wujud nyata penerapan salah satu poin falsafah keperawatan, yaitu memberikan pelayanan yang manusiawi dan berbudi luhur,” terangnya.
Pada bagian akhir pidato tersebut berisi pesan yang baik untuk perawat Indonesia. Perawat diharapkan menjadi sosok tenaga kesehatan yang kompeten dan dikagumi oleh banyak orang, termasuk oleh tenaga kesehatan lain berkat keprofesionalan yang cakap, berpengetahuan luas, dan memiliki karakter yang kuat. Perawat Indonesia khususnya di Maluku Utara harus meningkatkan citra profesi yang paling bergengsi dan terpercaya sebagaimana perawat di negara-negara maju.
Usai membacakan pidato tersebut, Arsad menyinggung persoalan munculnya organisasi profesi perawat yang baru setelah perubahan regulasi UU Kesehatan yang baru. Menurutnya, para tokoh pendahulu perawat telah mencontohkan pentingnya bersatu, sehingga semua bersepakat hanya membuat satu organisasi profesi perawat yang dikenal PPNI saat ini. Namun sebagai negara demokrasi, kita harus yang menjunjung dan menghargai hak setiap orang dalam berekspresi dan beraktualisasi sepanjang tidak merusak nilai dan etika profesi.
Arsad menegaskan, PPNI adalah organisasi profesi bukan organisasi masyarakat atau politik. PPNI sejak berdiri tahun 1974 hingga saat ini terus dan semakin berkembang dengan sistem tata kelola yang sangat baik, terutama dalam manajemen keuangan. Hal ini diakui pemerintah dalam hal ini adalah Kemenkes maupun organisasi profesi kesehatan yang lain dengan melakukan magang ke DPP PPNI. Karena itu, Arsad berharap PPNI tetap menjadi satu-satunya organisasi profesi perawat yang melindungi dan mendukung peningkatan profesionalisme anggota perawat, sehingga tidak akan ada perpecahan diantara sesama perawat.



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.