Tua dan muda, laki-laki maupun perempuan, semua berkumpul untuk menyambut para aktor lapangan hijau yang mereka anggap sebagai pahlawan. Pejuang yang telah berhasil mewujudkan mimpi bersama serta mengakhiri penantian panjang untuk kembali melihat klub perwakilan Maluku Utara di divisi teratas sepak bola Indonesia.

Ya, warga Maluku dan Maluku Utara sudah melalui 17 tahun penantian untuk kembali memiliki klub representatif di kasta tertinggi Liga Indonesia. Sebelum ini, ada Persiter Ternate yang kali terakhir bermain di Divisi Utama Liga Indonesia 2007.

“Sudah belasan tahun kami menanti dahaga ini hilang. Sekarang, selesai sudah penantian panjang kami berkat kelolosan Malut United ke Liga 1,” kata Iqbal M. Baharuddin, Sekretaris Jenderal The Superman, kelompok suporter sepak bola di Ternate.

Penantian selama belasan tahun itu membuat momentum keberhasilan Malut United disambut dengan antusiasme tinggi warga Maluku dan Maluku Utara. Pada Kamis (14/3) siang, masyarakat Ternate turun ke jalan untuk melakukan konvoi apresiasi serta perayaan bersama yang diramaikan oleh sejumlah kelompok suporter seperti The Superman, Ultras Kie Raha, dan The Salawaku.

“Tujuan awal membentuk Malut United adalah memberikan rasa bahagia kepada orang-orang di Maluku Utara melalui sepak bola,” ujar Wakil Manajer Malut United, Asghar Saleh, dalam sesi jumpa pers Kamis malam.

Kebahagiaan masyarakat Maluku Utara berarti besar bagi para pemain yang kemudian berhasil mewujudkan misi awal Malut United melalui tiket promosi Liga 1.

“Senang bisa berada di titik ini, hari yang indah buat saya sebagai putra Maluku Utara asli. Keberhasilan promosi ke Liga 1 terjadi karena atas izin Tuhan serta kerja keras dan ketulusan hati semua anggota tim,” tutur pemain asal Jailolo, Frets Listanto Butuan, di hadapan awak media yang hadir dalam sesi jumpa pers.