
Rizal bilang, jika terjadi kenaikan harga beras misalnya, maka penyebabnya ada pada perbedaan supplier atau distributor. Sebab pedagang mengambil dari Jakarta atau Surabaya sehingga pastinya terjadi perbedaan harga.
Kepala Perwakilan BI Provinsi Maluku Utara Dwi Putra Indrawan menyampaikan, BI terus melakukan koordinasi dengan TPID, Bulog, KSOP dan pelaku usaha untuk menjaga inflasi kedepan agar masyarakat bisa menikmati sembako dengan harga stabil.
BI bersama TPID dalam waktu dekat pun akan melakukan kroscek harga dan stok pangan serta mengadakan pasar murah.
“Saat ini distributor sedang menunggu pasokan pangan dari luar daerah seperti Surabaya dan Jakarta,” terang dia.




Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.