“Di awal, saya belajar menyesuaikan dengan ragam budaya, dan bahasa, sehingga membuat saya kembali sadar seberapa kaya Indonesia,” katanya.

Ia mengaku, selama mengikuti PMM3 mendapatkan pengaruh luar biasa mengenai sudut pandang terkait indahnya keberagaman.

“Semoga teman-teman mahasiswa PMM4 lebih jauh memahami kultur di Maluku Utara. Teman-teman mahasiswa PMM3 indbound, pelajari dahulu sebelum ke daerah, sebab selama berada di Unsoed, saat memperkenalkan daerah asal, anehnya teman seangkatan justru tidak bisa membedakan Provinsi Maluku dengan Provinsi Malut, karena minim pengetahuan budaya dari daerah,” tuturnya.

Dikatakan, PMM memberi pengalaman tersendiri, sehingga mungkin teman-teman memiliki pemikiran yang sama bahwa program PMM merupakan wadah yang sangat luar biasa.

“Ini kesempatan mengenalkan provinsi tercinta ke luar daerah, sehingga Provinsi Malut juga dikenal, sebuah provinsi yang diberi julukan provinsi paling bahagia,” sambungnya.

Ia berharap, teman-teman inbound di Unkhair dapat pengalaman menyenangkan selama menjalani kuliah, hingga kelak kembali ke daerah dengan kesan yang positif.

Terpisah, Mughira Alfatieh Mile, mahasiswa Unkhair PMM tahun 2022 Universitas Negeri Malang (UM) sekaligus peserta yang baru kembali ke Indonesia mengikuti program IISMA di Palacky Unversity Olomouc, Republik Ceko, menceritakan pengalamannya selama berada di luar negeri. Ia mengalami culture shock saat berhadapan dengan budaya baru dan fisik manusia yang berbeda-beda.