Layanan dari 51 armada Koperasi Piston Loleo Mandiri setiap hari dibagi dalam 3 shift. 17 armada shift pertama bertugas melayani rute Loleo–Tidore, 17 armada shift B melayani penumpang Loleo-Ternate, sedang shift C libur. Hari berikutnya, shift tersebut akan di-rolling, sehingga ada shift yang mendapatkan waktu istirahat.

Namun, papar Ibrahim, seringkali karena lonjakan penumpang, manajemen koperasi terpaksa meminta bantuan armada shift C untuk tetap beroperasi.

”Kedatangan kapal dari Manado dan Ternate selalu menjadi saat di mana jumlah penumpang akan meningkat pesat,” katanya.

”Hari-hari padat seperti itu membuat satu speedboat bisa sampai empat kali berlayar. Jika misalknya dikalikan dengan harga tiket Loleo–Ternate dan kapasitas speedboat, maka dalam sehari omsetnya bisa mencapai Rp 5 juta lebih,” papar Ibrahim.

Meningkatnya penumpang di rute ke dan dari Pelabuhan Loleo karena bisnis dan operasi IWIP, meluaskan dampak ekonominya tidak hanya pada pengusaha speedboat. Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di sekitar Pelabuhan Loleo turut menikmati perkembangan yang menggembirakan.

“Semua terdampak”, kata Ibrahim sembari menegaskan, ”dengan adanya IWIP, penumpang ramai, akhirnya pengusaha kecil di sekitar pelabuhan juga merasakan dampak. Mudah-mudahan IWIP bisa terus berjalan. Karena harapan besar torang juga dari IWIP. Alhamdulillah dari sini torang bisa membiayai hidup keluarga.”