Perubahan tak terduga terjadi ketika adik dari mendiang ayahnya menawarkan Opo kesempatan melanjutkan studi ke perguruan tinggi dengan biaya ditanggung sepenuhnya. Syaratnya hanya satu, ia harus berhasil menjadi sarjana.
Tanpa ragu, Opo menerima kesepakatan tersebut dan memulai perjalanan perkuliahan di Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Maluku (UMMU). Ia meraih gelar sarjana pada tahun 2019.
Sembari kuliah, Opo pernah disuruh maju bertarung sebagai Ketua BEM Fikes, Ketua DJaman Komisariat UMMU, berkiprah di HMI Cabang Ternate, dan sekarang sebagai salah satu Ketua Bidang di KNPI Provinsi Maluku Utara.
Setelah lulus, ia merintis karirnya di dunia kerja, terlebih dahulu bekerja di Bank Perkreditan Rakyat pada tahun 2020, kemudian staf administrasi di DPD RI pada tahun 2021. Kiprahnya di dunia pekerjaan menjadi bukti nyata ketekunan dan semangat juangnya. Meskipun tumbuh dalam keterbatasan dan kesulitan, Opo tidak pernah mengeluh atau merasa malu. Baginya, setiap anak memiliki hak yang sama untuk bermimpi dan membangun masa depannya. Keberhasilannya adalah hasil dari tekadnya untuk tidak menyerah di hadapan rintangan, menginspirasi banyak orang di sekitarnya, dan membuktikan bahwa setiap perjuangan akan membuahkan hasil yang memuaskan.
Pada masa kuliah di Ternate, Opo awalnya tinggal di asrama Topo di Gambesi selama tiga tahun. Namun, hidupnya berubah ketika ia sering mengikuti senior Mansyur Djamal dan pindah ke Sekretariat IKT di Kelurahan Toboko. Keikutsertaannya dalam Sekretariat IKT pada masa pilkada membuka kesempatan baginya untuk tinggal di rumah Sofyan Daud, kini anggota DPRD Malut, pada tahun 2015.
Bersama Abang Sof, Opo mendapatkan pelajaran hidup yang berharga. Abang Sof, sosok yang tidak pernah mengeluh, menjadi teladan bagi Opo. Meskipun lelah, Abang Sof selalu melayani tamu dengan ramah dan tanpa memandang usia. Di bawah bimbingan Abang Sof, Opo juga belajar menulis dengan baik. Abang Sof bukan hanya sumber nasehat dari berbagai kalangan, tetapi juga mengingatkan Opo tentang pentingnya mencari pahala dalam setiap tindakan.
Roda nasib Opo juga berubah ketika ia berkenalan dengan pengusaha Benny Laos yang belakangan mengajaknya keliling Eropa. Kala itu Opo diutus sebagai Wakil Sekretaris Persiter Ternate ikut bertanding sepak bola di Pulau Morotai.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.