Setelah itu, pelaku, seorang lelaki berinisial AB, mengatasnamakan warga mencari korban. Korban lalu ditemukan di lokasi eks Sail.
“Terus pelaku ini bawa anak saya, terus dia paksa gunting rambut anak saya dan ada dua orang pegang saya punya anak, terus ada yang video,” ungkap UT.
Rambut korban akhirnya dipotong pelaku secara acak-acakan. Persoalan itu, sambung UT, lantas diselesaikan di kantor desa setempat. Anehnya, pelaku kembali mendatangi orang tua korban dan mengancam dengan bahasa tidak etis.
“Dia berontak dan memaki-maki dengan bahasa kasar. Jadi saya anggap ini kekerasan, jadi hari ini saya bikin laporan polisi atas tindakannya ke anak saya,” ujarnya.
Sementara korban H mengaku trauma dengan perlakuan yang diterimanya.
“Saya tara keluar tiga hari dari rumah, karena takut, trauma dengan malu. Dong sempat video, dia punya teman yang pegang saya punya tangan, saya sempat berontak,” ceritanya kepada awak media.

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.