“Yang ke Yerusalem ada 14 orang, tapi ditunda karena kondisi Israel dan Palestina belum kondusif,” jelasnya.

Menurutnya, jika dua negara sebagai jalur ke wisata rohani itu tidak konflik, 14 peserta seharusnya diberangkatkan pada 26 November kemarin.

“Tapi digeser di tahun depan Februari. Selain kondisi jalur antara Israel dan Palestina kemudian bertepatan dengan Natal dan Tahun Baru juga,” pungkasnya.