Beras varietas Impari 32 yang diproduksi petani Halmahera Tengah, kata Ikram, kualitasnya memang sama dengan beras medium. Hanya saja, hasil produksi tidak memuaskan diakibatkan mesin penggilingan yang tidak bagus, menyebabkan beras jadi pecah atau banyak yang patah.
“Ini berarti bukan padinya yang tidak bagus tapi mesin gilingan yang tidak layak, jadi harus diganti,” aku dia.
Dengan digantinya mesin penggilingan yang lebih bagus, menurut Ikram, sudah pasti beras yang diproduksi petani kualitasnya masuk standar beras medium.
Ikram juga menargetkan pada 2024 mendatang, dibutuhkan 500 hektar pembukaan lahan untuk penanaman padi, atau masih harus ada penambahan 400 hektar lagi, di luar 100 hektar yang sudah ditanami.
“Di desa Waleh ini kita tinggal butuh lahan 400 hektar lagi untuk memenuhi target kita. Jadi kita tinggal menunggu alat berat yang kemudian saat ini sedang dalam perjalanan menuju Weda. Alat berat itu ekskavator dan tronton. Kalau dua alat ini sudah ada kita langsung membuka lahan itu,” cetusnya.




Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.