Anggaran lain yang diduga bermasalah adalah anggaran peningkatan produksi peternakan sebesar Rp 50.400.000 dari DD 2023.
“Tapi berdasarkan fakta lapangan ayam serta kandang tidak dirawat dengan baik sehingga ayamnya mati semua dan kandang tidak terurus,” ungkap Muhlis.
Selain itu, anggaran pemeliharaan sambungan air bersih ke rumah warga sebesar Rp 7.303.000 dari DD.
“Hingga kini belum dapat dirasakan oleh masyarakat Desa Fukweu yang masih kesulitan menikmati air bersih,” ujarnya.
Warga juga mempertanyakan penyediaan operasional pemerintah desa (ATK, honor PKPKD, dan PPKD).
“Masyarakat masih mengeluh dengan honor sekaligus fasilitas yang disediakan. Bahkan, fasilitas kantor desa tidak ada perkembangan, sangat jarang mengaktifkan kantor desa. Padahal dianggarkan sebesar Rp 116.280.739.00 dengan sumber dari ADD 2023,” beber Muhlis.
Tinggalkan Balasan