“Gelaran inovasi ini juga merupakan upaya kita mempersiapkan diri untuk mengikuti lomba Innovative Government Award (IGA) di Kemedagri yang akan digelar pada Juli 2024 mendatang,” sambungnya.

Tim pendamping BP3D ini juga mengatakan, terkait dengan gelaran inovasi daerah untuk kesiapannya dari BP3D sangat luar biasa dan sudah mencapai 80 persen.

“Dan ini kewajiban inovasi bagaimana pelayanan publik bertambah baik, maka OPD yang ikut harus sesuai dengan instruksi bupati,” ujarnya.

“Dan kita buat timeline kegiatannya apa, kemarin buat FGD, bimtek, dan kegiatan-kegiatan. Sekarang ini sudah masuk pada tahapan lomba gelar inovasi pada 27-28 dan ada beberapa yang sangat diapresiasi,” papar Najmia.

Sementara Kepala BP3D Julius Marau menyapaikan, BP3D sudah siap menggelar lomba inovasi daerah.

“Harapan kami yang pertama adalah peserta yang mengikuti yaitu OPD, kecamatan hingga puskesmas agar dapat menyiapkan segala hal yang berkaitan dengan lomba inovasi daerah,” tuturnya.

“Lomba inovasi ini sifatnya terbuka. Bagi masyarakat yang ingin melihat dan mendengar pemerintahannya buat apa saja, maka dari itu dipersilakan agar datang untuk mengetahui yang dilakukan oleh pemerintahan, bahkan bisa menanyakan inovasi yang dibuat oleh OPD,” imbuh Julius.