Oleh: Sutrisno Pangaribuan
Kader PDIP
Presidium GaMa Centre
_______
SEBAGAI pecinta musik rock, barangkali Presiden Joko Widodo (Jokowi) lupa, bahwa vokalis grup band rock senior, God Bless, Ahmad Albar, pernah mempopulerkan lagu “Panggung Sandiwara”. Lagu tersebut menjelaskan bahwa dunia ini panggung sandiwara, yang ceritanya mudah berubah. Semua akan berubah seiring waktu dan sesuai kepentingan atau kebutuhannya, baik cepat maupun lambat.
Maka pernyataan Jokowi yang disampaikan dalam sambutan di HUT ke-59 Partai Golkar tentang politik yang diwarnai drama, drakor, dan sinetron adalah benar. Bahkan salah seorang sutradara sekaligus aktor paling sukses, adalah Jokowi sendiri. Jokowi yang mengatakan bahwa anak-anaknya tidak tertarik politik, nyatanya hari ini anak dan menantunya wali kota. Putra bungsunya jadi ketum partai, dan salah satu putranya kini jadi bakal cawapres.
Drama Jokowi dengan anak dan menantunya sebenarnya hal biasa dan lazim terjadi. Tidak ada politisi yang tidak melakukan drama demi meraih dan mempertahankan posisi politiknya. Aksi Jokowi bertanya nama-nama ikan, nama-nama suku, dan bagi-bagi sepeda adalah drama. Kunjungan ke daerah yang jalannya rusak, hingga masuk gorong-gorong adalah sinetron. Semua bentuk drama, drakor, dan sinetron politik Jokowi tersebut sama sekali bukan tentang gagasan maupun ide, namun tentang perasaan.
Jokowi memainkan peran dalam drama berjudul presiden merakyat, dalam sinetron pemimpin tak berjarak. Drakor kunjungi jalan rusak berbuah pembangunan patung pun sempurna dilakoni demi citra diri peduli. Akan tetapi semua itu sah dan mungkin terjadi di dalam politik. Sebab semua politisi memang harus bermain peran dalam drama, sinetron demi citra diri bersih, peduli, merakyat, dan tak berjarak. Drama dan sinetron dimainkan pun demi menggugah perasaan, terutama perasaan orang biasa, rakyat.
Drama Jokowi yang menggugah perasaan orang biasa lah yang membuat Jokowi terpilih, bukan karena besarnya ide dan gagasannya. Sinetron Jokowi dengan lakon orang biasalah yang menggugah perasaan rakyat sehingga memilih wong deso, Jokowi bukan memilih anak menteri, mantan menantu presiden, Prabowo Subianto. Maka sambutan Jokowi yang menyebut politik akhir-akhir ini dipenuhi drama, sinetron, drakor adalah apresiasi Jokowi terhadap para pihak yang berhasil meniru cara Jokowi, bukan ejekan apalagi hinaan.
Maka para politisi yang sedang main drama dan sinetron tidak perlu reaktif terhadap pernyataan Jokowi. Sebab Jokowi sedang menjelaskan cara sukses dalam politik, menang dalam 5 kali pemilihan bagi dirinya, dan 2 pemilihan bagi anak dan menantunya. Jokowi menjadi sutradara sekaligus aktor drama dan sinetron politik paling sukses dalam sejarah Indonesia hingga saat ini. Sehingga ada parpol rasa relawan, dan relawan rasa parpol, berbaris tegak lurus dan bersumpah setia kepada Jokowi.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.