Karena tidak memiliki data kemiskinan ekstrem, lanjut Burhanuddin, di dinasnya pun tidak punya pedoman khusus terkait cara mengatasinya.
“Karena sampai saat ini kita belum mendapat gambaran seperti itu,” timpal dia.
Sementara itu, dikutip dari berita antaraberita.com, tingkat kemiskinan ekstrem di Kota Ternate pada Maret 2022 lalu yaitu 0,21 persen. Data tersebut disampaikan Asisten III Bidang Administrasi Umum Setda Provinsi Maluku Utara, Asrul Gailea, secara daring saat mengikuti rapat teknis roadshow Menko PKM, Rabu, 29 Maret 2023.
Secara umum tingkat kemiskinan ekstrem di Maluku Utara pada Maret 2022 yaitu 14.333 ribu jiwa. Sesuai persentase tiap kabupaten/kota terbagi menjadi, Kabupaten Halmahera Barat 1.34 persen, Kabupaten Halmahera Tengah 2,04 persen, Kabupaten Kepulauan Sula 0,00 persen, Kabupaten Halmahera Selatan 1,10 persen, Kabupaten Halmahera Utara 0,70 persen, Kabupaten Halmahera Timur 3,82 persen, Kabupaten Morotai 0,22 persen, Kabupaten Pulau Taliabu 0,22 persen, Kota Ternate 0,21 persen serta Kota Tidore Kepulauan 1,32 persen.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.