“Setelah melakukan intervensi pasar, tim ini selalu melaporkan ke kami selaku penanggungjawab, sehingga setiap pekan kami evaluasi perkembangannya bagaimana, stok di pasar seperti apa, dari sembilan bahan pokok yang mana data paling tinggi. Itu kami beri subsidi transportasi kepada para pedagang,” pungkasnya.

Sementara Asisten Setda Bidang Perekonomian dan Pembangunan Taher Husain mengatakan, di bawah kepemimpinan Capt. Ali Ibrahim dan Muhammad Sinen, selain pendidikan, kesehatan maupun hal lainnya, inflasi juga menjadi prioritas utama pemerintah daerah. Ketika ada harga komoditas yang mengalami peningkatan, Wali Kota langsung mengantisipasi mengeluarkan regulasi berupa instruksi maupun peraturan wali kota.

“Jadi, sasarannya bagaimana caranya menyelesaikan agar harga komoditas tetap stabil. Pak Ali ini juga membentuk TPID yang selalu memberikan arahan-arahan untuk menekan harga-harga komoditas di pasar,” ujarnya.

Taher menambahkan, dalam waktu dekat Pemkot Tidore Kepulauan akan menggelar pasar murah dengan anggarannya dari dana yang didapat sebelumnya.

”Nah, untuk dana insentif fiskal yang baru didapatkan ini, kami kaji dulu langkah apa yang seharusnya diambil untuk memanfaatkan dana tersebut,” jelasnya.

Sekadar diketahui, Kementerian Keuangan menggelontorkan dana sebesar Rp 340 miliar untuk 34 daerah penerima insentif fiskal periode ketiga.