Ia pun merinci, bahwa produksi padi sepanjang Januari−September 2023 diperkirakan sebesar 26.465 ton GKG, atau mengalami peningkatan sekitar 2.848 ton GKG (12,06 persen) dibandingkan Januari−September 2022 yang sebesar 23.617 ton GKG.

Sementara berdasarkan amatan fase tumbuh padi hasil survei KSA September 2023, potensi produksi padi sepanjang Oktober−Desember 2023 adalah sebesar 1.704 ton GKG

“Dengan demikian, total produksi padi pada 2023 diperkirakan sebesar 28.169 ton GKG, atau mengalami peningkatan sebanyak 3.683 ton GKG (15,04 persen) dibandingkan 2022 yang sebesar 24.486 ton GKG. Produksi padi tertinggi pada 2022 dan 2023 terjadi di bulan Februari,” terangnya.

Untuk produksi padi terendah pada 2023, kata dia, diperkirakan terjadi di bulan November. Produksi padi pada Februari 2023 yaitu sebesar 7.272 ton GKG, sedangkan produksi padi pada November 2023 diperkirakan sebesar 429 ton GKG.

“Tiga kabupaten/kota dengan total produksi padi (GKG) tertinggi pada 2023 adalah Kabupaten Halmahera Timur, Kabupaten Halmahera Utara, dan Kabupaten Pulau Morotai. Sementara itu, tiga kabupaten/kota yang tidak terdapat produksi padi yaitu Kabupaten Pulau Taliabu, Kota Ternate, dan Kota Tidore Kepulauan,” ungka dia.