Tandaseru — Sekretaris Komite SMA Negeri 5 Kota Ternate, Sutopo Abdullah, meminta agar Dinas Pendidikan dan Pengajaran Provinsi Maluku Utara, maupun kantor cabang dinas di Ternate segera mengusut oknum guru yang menjadi dalang aksi penolakan kepala sekolah baru.

Para siswa menolak kepsek yang sekarang yakni Fina Banyal digantikan dengan kepsek sebelumnya, yaitu Difa Fara.

Menurut Sutopo, aksi penolakan yang melibatkan siswa ini terindikasikan didalangi oleh oknum guru. Padahal, imbas dari aksi tersebut membuat siswa tidak dapat mengikuti proses belajar mengajar di kelas.

“Aksi yang dilakukan siswa ini diindikasi digerakkan oknum-oknum guru tertentu di SMA Negeri 5 Ternate. Kami meminta kepada Dikjar dan KCD di Ternate untuk mengidentifikasi dan mencari tahu,” ujar Sutopo, Senin (23/10).