Tandaseru — Bawaslu Kota Ternate, Maluku Utara, menggelar pembelajaran pengawasan pemilu partisipatif dan literasi kepemiluan, Sabtu (7/9).
Suryadi S Abdullah, Anggota Bawaslu Kota Ternate yang membidangi Divisi Hukum, Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Humas (HP2H), menjelaskan kegiatan ini bertujuan untuk mendorong partisipasi publik dalam proses pemilu.
Dalam kegiatan ini, dua narasumber dari kalangan pers dan akademisi diundang untuk memberikan pemahaman dan semangat dalam menjaga stabilitas demokrasi. Menurut Suryadi, pengawasan pemilu partisipatif adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya tugas pemerintah.
“Karena itu, dengan melaksanakan pengawasan pemilu partisipatif, kita dapat memastikan kualitas demokrasi yang sehat,” singkat Suryadi saat memberi sambutan pembukaan kegiatan.
Ketua Bawaslu Kota Ternate, Kifli Sahlan, mengungkapkan bahwa pemungutan dan penghitungan suara akan segera datang dalam beberapa bulan. Selain masalah keamanan dan kesiapan penyelenggara pemilu, isu percepatan pilkada juga menjadi tantangan yang harus diatasi oleh Bawaslu Kota Ternate.
Menurutnya, jika rencana untuk memajukan pelaksanaan pilkada dari November 2024 menjadi September 2024 terealisasi, maka beberapa tahapan akan bersinggungan dengan tahapan pemilu 2024. Jika tidak disiapkan dengan baik, kualitas pemilu 2024 bisa terancam.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.