Ia juga meminta menjadikan Maulid Nabi sebagai sarana refleksi untuk belajar mengambil hikmah kelahiran Nabi Muhammad SAW, nabi yang terlahir di dunia membawa cahaya untuk menjadi suri tauladan yang baik untuk umat.

“Lewat momentum ini juga, kita dapat terus menguatkan prinsip-prinsip humanisme sebagaimana Nabi Muhammad menjadi pemimpin besar Islam yang pertama di dunia,” tandasnya.

Sementara Kepala Kantor Kemenag Hasyim Hi Hamzah menambahkan, dalam peringatan Maulid Nabi ini umat diingatkan tetap rukun.

“Rasulullah hadir untuk pemersatu umat di bumi ini, karena itu Allah menjamin kita berbeda agam, suku dan lain sebagainya, maka itu kita diminta untuk bersatu melalui momen Maulid Nabi ini. Kita saling menghormati satu dengan yang lain. Inilah yang dinamakan islam rahmatan lil alamin,” ucapnya.