Tandaseru — Kepala Satpol PP dan Linmas Kota Ternate, Maluku Utara, Fhandy Mahmud, dan jajarannya panen hujatan usai membubarkan Aksi Kamisan, Kamis (28/9). Hujatan itu dilontarkan lewat akun Instagram @aksikamisanternate yang mengunggah video pembubaran aksi di Jl. Sultan M Iskandar Djabir Sjah.
Dalam Aksi Kamisan, para aktivis menyuarakan sejumlah isu lokal maupun nasional. Antara lain isu HAM, isu lingkungan, dan isu kemanusiaan.
Dalam rekaman video itu, Fhandy tampak marah-marah lantaran keberatan dirinya direkam kamera saat melakukan pembubaran aksi. Ia mengaku keberatan dengan perekaman tersebut.
Sedangkan aktivis Aksi Kamisan yang merekamnya menyatakan rekaman itu dilakukan di ruang publik. Para aktivis juga berkilah tak protes ketika anggota Satpol PP merekam mereka.
Aksi Kamisan menuliskan, sejak dulu hingga sekarang aparat selalu menggunakan pendekatan represif tiap kali aktivitas politik rakyat dianggap mengancam negara. Aksi itu sendiri dibubarkan Satpol PP dan polisi dengan dalih mengganggu ketertiban umum.
“Tindakan represif dan intimidatif aparat negara akan menjadi benalu yang kemudian menyumbat ruang-ruang demokrasi di Maluku Utara, khususnya Ternate,” tulis akun tersebut.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.