Tandaseru — APBD Perubahan Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara, resmi disahkan. Dalam pengesahan Selasa (27/9) malam itu, DPRD dan pemda fokus pada tiga poin perubahan.

Rekomendasi Banggar DPRD melalui Ketua Komisi I Joko Ahadi, perubahan anggaran rancangan APBD Perubahan tahun ini mempresentasikan gambaran cermat dan responsif atas dinamika keuangan daerah.

“Terdapat tiga aspek utama yang menjadi fokus perubahan sebagaimana tertuang dalam Nota Keuangan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah-Perubahan (RAPBD-P) Halbar tahun 2023,” kata Joko.

Pertama, perubahan Pendapatan Daerah yang semula sebesar Rp 943.675.662.500 mengalami peningkatan sebesar 6% atau sejumlah Rp 60.857.031.395 menjadi Rp 1.004.532.693.895. Peningkatan ini mencerminkan upaya keras mengoptimalkan sumber pendapatan daerah, termasuk potensi-potensi baru yang muncul.

Perubahan Pendapatan Daerah terdistribusi pada komponen Pendapatan Asli Daerah (PAD)
yang semula sebesar Rp 127.462.505.440 bertambah sebesar Rp 857.031.395 sehingga menjadi Rp 128.319.536.835, Pendapatan Transfer semula sebesar Rp 791.398.857.060 bertambah sebesar Rp 60.000.000.000 sehingga menjadi Rp 851.398.857.060. Sementara komponen Lain-lain Pendapatan Daerah yang Sah semula sebesar Rp 24.814.300.000 tidak mengalami perubahan.

Kedua, perubahan Belanja Daerah yang semula
sebesar Rp 983.675.662.500 kini meningkat 6% atau sejumlah Rp 60.857.031.395 menjadi Rp 1.044.532.693.895. Rincian perubahan Belanja Daerah ini terdiri dari Belanja Operasi semula sebesar Rp 634.577.488.815 bertambah sebesar Rp 69.716.325.798 sehingga menjadi Rp 704.293.814.613, Belanja Modal semula sebesar Rp 159.360.285.535 berkurang sebesar Rp 3.233.988.601 sehingga menjadi Rp 156.126.296.934, Belanja Tak Terduga semula sebesar Rp 10.089.000.000 berkurang sebesar Rp 5.625.305.802 sehingga menjadi Rp 4.463.694,198, dan Belanja Transfer semula sebesar Rp 179.648.888.150 tidak mengalami perubahan.